Jumat, 11 Desember 2015

Lirik Lagu Dangdut - Fatamurgana - Mega Mustika



Kau petik dawai gitarmu
Bersenandung mengusik kalbu
Dikala malam purnama
Bertutur bagai pujangga
Membuat aku jatuh cinta

Terlanjur semua kuserahkan
Tak kusangka begini akhirnya
Kau tinggalkan aku pergi
Menggores luka dihati
Diriku tak berarti lagi

Bagaikan air didaun keladi
Engkau campakan cintaku yang suci

Ingin kugapai cinta kasihmu
Ternyata hanya fatamorgana
Fatamorgana

Terlanjur semua kuserahkan
Tak kusangka begini akhirnya
Kau tinggalkan aku pergi
Menggores luka dihati
Diriku tak berarti lagi
Diriku tak berarti lagi

Lirik Lagu Dangdut - Bumi Semakin Panas - Mega Mustika



Bumi ini semakin panas
Bagai air mengalir deras
Kehidupanpun semakin bebas
Kebebasanpun tidak terbatas
Berlomba-lomba demi kepuasan
Berfoya-foya menuruti nafsu setan

Bumi ini semakin panas
Bagai air mengalir deras
Kehidupanpun semakin bebas
Kebebasanpun tidak terbatas
Engkau telah terbujuk rayuan setan
Dirimu diatas kemaksiatan

Wahai engkau kawanku
Bertobatlah sebelum terlambat
Tuhanmu dan tuhanku
Tuhan kita seluruh alam
Waspadalah, hai sadarlah kawanku
Jangan engkau jadi penghuni api neraka

Lirik lagu Dangdut - Seruling Asmara - Intan Ali



Seruling asmara ....
Semalam kudengar lagi
Memuat hatiku sedih
Kutahu dia yang meniupnya
Kekasih yang pernah aku cinta

Seruling asmara .....
Membuat aku terbayang
Pada suatu kenangan
Saat - saat indah bersamanya
Bercumbu di malam bulan purnama

Seruling asmara .....
Seruling asmara .....

Intro ...

*
Kutahu dia disana
Sedang tenggelam
Dalam kesedihan ...

Disini aku pun sama
Sejak terpisah
Tiap malam tersiksa ...

Walaupun kini kutelah berdua
Tapi hidupku tak bahagia
Karena cintaku
Masih tetap miliknya
Namun takdirlah
Yang memisahkannya

Seruling asmara .....
Seruling asmara .....

Intro ...

Kembali Ke * ...  dst ...

Seruling asmara .....
Membuat aku terbayang
Pada suatu kenangan
Saat - saat indah bersamanya
Bercumbu di malam bulan purnama

Seruling asmara .....
Seruling asmara .....

Kamis, 10 Desember 2015

Lirik Lagu Dangdut - Penyakit Cinta - Riza Umami



Pabila diri dilanda rindu
Hati gelisah badan pun lesu
Dibilang sakit bukan penyakit
Tahu-tahu badan semakin kurus

Aduh-aduh sakit penyakit cinta
Dokter dan dukun tak mampu bicara
Aduh-aduh sakit penyakit cinta
Tiada obatnya hanya si dia

‘Pabila diri dilanda rindu
Sepanjang malam tak dapat tidur
Suara kerosak dikira dia
Tahu-tahu tikus mencari mangsa

Dari itu kalau jatuh cinta
Jangan seru-seru, santai-santai saja
Dari itu kalau jatuh cinta
Jangan berat-berat, ringan-ringan saja

Kalau terlalu seru, nggak kuat nahan rindu
Kalau terlalu berat, nggak kuat nahan
Ah, gawat

Aduh-aduh sakit penyakit cinta
Hati baru senag jumpa si dia
Aduh-aduh sakit penyakit cinta
Perut sudah kenyang ingat si dia
Aduh-aduh sakit penyakit cinta
Tidak perlu uang datang si dia
Rasa mau gila tanpa si doi

Lirik Lagu Dangdut - Andai - Riza Umami



Bukan karena tampan wajah ‘ku menyintaimu
Bukan karena harta benda ‘ku menyayangimu
Bukan pula karena syair dan lagumu
Cinta suci dan sejati yang menyentuh kalbu
Ikhlas hati luhur budi yang meluluhkanku

Andai dirimu cacat bercela
Namun cintaku tak ‘kan berubah
Andai dirimu miskin dan papa
Bahkan sayangku makin bertambah
Hanya kau tambatan jiwaku

Andai dunia melupakanmu
‘Kan selamanya ‘ku memujamu
Andai dunia mencampakkanmu
‘Kan selamanya ‘ku di sisimu
Hanya kau tambatan jiwaku


Lirik Lagu Dangdut - Jera - Riza Umami



Jera ... bercinta ...
Jera ... jera jera jera jera

Bagai disayat-sayat ... sakitnya hati ...
Betapa sakitnya hati
Bagai diremas-remas ... hancurnya jiwa ...
Betapa hancurnya jiwa
Melihat kasih bercinta nyata di depan mata

Bagai disayat-sayat ... sakitnya hati ...
Betapa sakitnya hati
Bagai diremas-remas hancurnya jiwa
Betapa hancurnya jiwa

Bayangan kau bercumbu dengan si dia
Selalu menghantui jiwaku ini
Aku tak sudi lagi mengenal cinta
Mungkin ‘tuk selamanya ‘ku tak percaya

Lirik Lagu Dangdut - Antara Teman Dan Kasih - Riza Umami


Tiada mungkin lagi…
Tiada mungkin lagi, hm…

Kunanti ... lama kunanti ...
Datangmu wahai kekasih ...
Sungguh lama ‘ku menanti
Berhari berbulan tahun berganti

Kecewa ... hati kecewa ...
Setelah kita berjumpa ...
Sungguh hatiku kecewa
Karena kini kau telah berdua

Ternyata ia yang kau cinta
Karibku yang paling setia

Betapa ‘ku, aku menderita
Tak akan ‘ku menyakitinya

Ku ‘kan mencoba untuk melupakanmu
Walau ‘ku tahu sungguh aku tak mampu

Demi tak merenggut kebahagiaannya
Kurelakan segalanya

Mengapa ... harus terjadi ...
Cobaan seberat ini ...
Hingga harus ‘ku memilih
Antara teman setia dan kasih

Biarlah ... diriku saja ...
Merana dan menderita ...
Hanyalah satu kupinta
Sayangi serta cintailah dia